BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Virus yang pertama kali muncul di dunia ini bernama [Elk Cloner] lahir
kira-kira tahun 1981 di TEXAS A&M. Menyebar melalui disket Apple II yang
memiliki operating system. Sang perusak ini mendisplay pesan di layar : “It
will get on all your disks-It will infiltrate your chips–yes it is Cloner!-It
will stick to you like glue-It will modify RAM too-send in the Cloner!”
Nama “Virus”
itu sendiiri baru dibeberkan setelah 2 tahun kelahirannya oleh Len Adleman pada
3 November 1983 dalam sebuah seminar yang membahas cara membuat virus and
memproteksi diri dari virus. Tapi
orang-orang sering menganggap bahwa virus yang pertama kali muncul adalah virus
[Brain] yang justru lahir tahun 1986. Wajar saja, soalnya virus ini yang paling
menggemparkan dan paling meluas penyebarannya karena menjalar melalui disket
DOS yang waktu itu lagi ngetrend. Lahirnya juga bersamaan dengan [PC-Write
Trojan] dan [Vindent]
Mulai saat itu,
virus mulai menguasai dunia. Perkembangannya
mengerikan dan menakutkan, berselang satu tahun muncul virus pertama yang
menginfeksi file. Biasanya yang diserang adalah file yang berekstensi *.exe.
Virus ini bernama [suriv] termasuk dalam golongan virus “jerussalem”. Kecepatan
penyebarannya cukup ”menggetarkan hati” untuk saat itu. Tapi virus ini tidak
terlalu jahat karena virus ini ”menghantam
dan menghajar” mainframe IBM tidak terlalu lama, hanya setahun.
Tahun 1988, muncul serangan BESAR terhadap
Machintosh oleh virus [MacMag] dan [scores] dan jaringan Internet diserang oleh
virus buatan Robert Morris. Tahun 1989 ada ”orang iseng” mengirim file “AIDS information program” dan celakanya,
begitu file ini dibuka, yang didapat bukannya info tentang AIDS, tapi virus
yang mengenkripsi harddisk dan meminta bayaran untuk kode pembukanya.
Sejak saat itu, penyebaran virus sudah tidak
terhitung lagi. Akan tetapi dampak yang ditimbulkan tidak terlalu besar. Baru
tahun 1995 muncul serangan besar-besaran. Tidak tanggung-tanggung, mereka
menyerang perusahaan-perusahaan besar diantaranya Griffith Air Force Base,
Korean Atomic Research Institute, NASA, IBM dan masih banyak PERUSAHAAN RAKSASA
lain yang dianiaya oleh “INTERNET LIBERATION FRONT”. Karena keberanian dan
kedahsyatan serangan itu, tahun 1995 dijuluki sebagai tahunnya para Hacker dan
Cracker.
B. PERMASALAHAN
Para Cracker memang tidak pernah puas. Setiap
muncul sistem operasi atau program baru, mereka sudah siap dengan virus barunya.
Bagi yang sering mengetik dengan MS Word mungkin pernah menemukan virus
Titassic. Ini virus lokal asli Indonesia dan uniknya, virus ini mengingatkan
kita buat sholat tepat pada waktunya. Tapi jangan salah, virus macro yang punya
judul [concept] ini juga bisa berhati jahat dan ganas karena ”si alim” yang
jahat ini memusnahkan 80% file-file data dan program korbannya.
Ketidak-tahuan sebagian besar dari pegawai,
khususnya di lingkungan BBLKI Surakarta mengenai virus komputer dan cara
penanggulangannya menyebabkan banyak komputer terinfeksi virus. Banyak yang
merasa punya antivirus sudah cukup untuk menangkal virus, padahal antivirus
tersebut tidak pernah di-update. Media penyimpanan, terutama USB Flash Disk
menjadi sarana penyebaran virus antar komputer di dalam lingkup kantor.
C. METODOLOGI
Makalah
tentang virus dan penanganannya disusun melalui metode kajian literatur terkait
serta melalui pengamatan / observasi serta penanganan langsung di lingkup
instansi kerja yaitu BBLKI Surakarta. Melalui studi literatur didapat
pengetahuan dan sejarah virus komputer, serta pengetahuan tentang anti virus.
Observasi dan penanganan langsung di lapangan menambah pengetahuan mengenai
cara pencegahan dan penanganan virus komputer.
D. MAKSUD DAN TUJUAN
-
Untuk
mengetahui jenis-jenis virus serta sejarah perkembangan virus
-
Untuk
menambah pengetahuan tentang virus agar komputer tidak mudah terkena serangan virus.
-
Sebagai
Bagian Kegiatan Pengembangan Profesi Instruktur.
BAB II
DASAR TEORI
A. PENGERTIAN VIRUS
" A program that can infect other programs by modifying them to include a slighty altered copy of itself.A virus can spread throughout a computer system or network using the authorization of every
user using it to infect their
programs. Every programs that gets
infected can also act as a virus that infection grows “
( Fred Cohen )
Pertama kali istilah “virus” digunakan oleh Fred
Cohen pada tahun 1984 di Amerika Serikat.
Virus komputer dinamakan “Virus” karena memiliki beberapa persamaan mendasar
dengan virus pada istilah kedokteran (biological viruses).
Virus komputer bisa diartikan sebagai suatu
program komputer biasa. Tetapi memiliki
perbedaan yang mendasar dengan
program-program lainnya, yaitu virus
dibuat untuk menulari
program-program lainnya, mengubah,
memanipulasinya bahkan sampai merusaknya. Ada yang perlu dicatat
disini, virus hanya akan menulari apabila program pemicu atau
program yang telah terinfeksi tadi
dieksekusi, disinilah perbedaannya dengan "worm". Tulisan ini tidak
akan bahas worm karena nanti akan
mengalihkan kita dari pembahasan mengenai virus ini.
B. KRITERIA VIRUS
Suatu program yang disebut virus baru dapat dikatakan adalah benar-benar virus apabila minimal memiliki 5 kriteria :
1. Kemampuan
suatu virus untuk mendapatkan informasi
2. Kemampuannya untuk memeriksa suatu program
3. Kemampuannya untuk
menggandakan diri dan menularkan
4. Kemampuannya melakukan
manipulasi
5. Kemampuannya untuk
menyembunyikan diri.
Sekarang akan coba dijelaskan dengan singkat apa
yang dimaksud dari tiap-tiap kemampuan itu dan mengapa ini sangat diperlukan.
1. Kemampuan untuk mendapatkan informasi
Pada umumnya suatu virus memerlukan daftar
nama-nama file yang ada dalam suatu directory, agar dia dapat mengenali program
program apa saja yang akan dia tulari. Misal virus makro yang akan menginfeksi
semua file berekstensi *.doc setelah virus itu menemukannya, disinilah
kemampuan mengumpulkan informasi itu diperlukan agar virus dapat membuat
daftar/data semua file, lalu memilahnya dengan mencari file-file yang bisa
ditulari. Biasanya data ini tercipta saat program yang tertular/terinfeksi atau
bahkan program virus ini dieksekusi. Sang virus akan segera melakukan pengumpulan
data dan menaruhnya di RAM, sehingga apabila komputer dimatikan semua data
hilang tetapi akan tercipta setiap program bervirus dijalankan dan biasanya
dibuat sebagai hidden file oleh virus .
2. Kemampuan memeriksa suatu program
Suatu virus juga harus bisa untuk memeriksa
suatu program yang akan ditulari, misalnya ia bertugas
menulari program berekstensi *.doc, dia harus memeriksa apakah file dokumen ini
telah terinfeksi ataupun belum, karena jika sudah maka dia akan percuma
menularinya 2 kali. Ini sangat berguna
untuk meningkatkan kemampuan suatu virus
dalam hal kecepatan menginfeksi suatu
file/program.Yang umum dilakukan oleh
virus adalah memiliki/ memberi tanda
pada file/program yang
telah terinfeksi sehingga mudah
untuk dikenali oleh virus tersebut . Contoh penandaan adalah
misalnya memberikan suatu byte yang unik
disetiap file yang telah terinfeksi.
3. Kemampuan untuk menggandakan diri
Inti dari
virus adalah kemampuan mengandakan diri dengan cara menulari program
lainnya. Suatu virus apabila telah menemukan calon korbannya (baik file atau program) maka ia
akan mengenalinya dengan memeriksanya, jika belum terinfeksi maka sang virus
akan memulai aksinya untuk menulari dengan cara menuliskan byte pengenal pada
program/file tersebut, dan seterusnya menulis kode objek virus diatas
file/program yang diinfeksi. Beberapa cara umum yang dilakukan oleh virus untuk
menulari/ menggandakan dirinya adalah:
- File/Program yang akan ditulari dihapus atau diubah namanya. kemudian diciptakan suatu file menggunakan nama itu dengan menggunakan virus tersebut (maksudnya virus mengganti namanya dengan nama file yang dihapus)
- Program virus yang sudah di eksekusi/load ke memori akan langsung menulari file-file lain dengan cara menumpangi seluruh file/program yang ada.
4. Kemampuan mengadakan manipulasi
Rutin (routine) yang dimiliki suatu virus
akan dijalankan setelah virus
menulari suatu file/program. isi dari
suatu rutin ini dapat beragam mulai dari
yang teringan sampai pengrusakan. rutin
ini umumnya digunakan untuk memanipulasi
program ataupun mempopulerkan pembuatnya!
Rutin ini memanfaatkan kemampuan dari
suatu sistem operasi (Operating
System) , sehingga memiliki kemampuan
yang sama dengan yang dimiliki
sistem operasi. misal:
- Membuat gambar atau pesan pada monitor
- Mengganti/mengubah ubah label dari tiap file,direktori,atau label dari drive di pc
- Memanipulasi program/file yang ditulari
- Merusak program/file
- Mengacaukan kerja printer , dsb
5. Kemampuan Menyembunyikan diri
Kemampuan
Menyembunyikan diri ini harus dimiliki oleh suatu virus agar semua pekerjaan
baik dari awal sampai berhasilnya penularan dapat terlaksana. Langkah langkah
yang biasa dilakukan adalah:
- Program asli/virus disimpan dalam bentuk kode mesin dan digabung dengan program lain yang dianggap berguna oleh pemakai.
Gambar 2. Cara
virus mempengaruhi program asli
- Program virus diletakkan pada Boot Record atau track yang jarang diperhatikan oleh komputer itu sendiri
- Program virus dibuat sependek mungkin, dan hasil file yang diinfeksi tidak berubah ukurannya
- Virus tidak mengubah keterangan waktu suatu file
C. SIKLUS HIDUP VIRUS
Siklus hidup
virus secara umum, melalui 4 tahap:
Dormant phase ( Fase Istirahat/Tidur )
Pada fase ini
virus tidaklah aktif. Virus akan
diaktifkan oleh suatu kondisi tertentu, semisal:tanggal yang
ditentukan,kehadiran program lain/dieksekusinya program lain, dsb. Tidak semua
virus melalui fase ini.
Propagation phase ( Fase Penyebaran )
Pada fase ini virus akan mengkopikan dirinya
kepada suatu program atau ke suatu tempat dari media storage (hardisk, ram dsb). Setiap program yang
terinfeksi akan menjadi hasil “klonning” virus tersebut (tergantung cara virus
tersebut menginfeksinya).
Trigerring phase ( Fase Aktif )
Di fase ini virus tersebut akan aktif dan hal ini
juga di picu oleh beberapa kondisi seperti pada Dormant phase.
Execution phase ( Fase Eksekusi )
Pada Fase inilah virus yang telah aktif tadi akan
melakukan fungsinya. Seperti menghapus file, menampilkan pesan-pesan, dsb.
D. ANTI VIRUS
Antivirus adalah sebuah jenis perangkat lunak yang
digunakan untuk mendeteksi dan menghapus virus komputer dari sistem komputer.
Disebut juga Virus Protection Software.
Gambar 3. Contoh Anti Virus
Aplikasi
ini dapat menentukan apakah sebuah sistem komputer telah terinfeksi dengan
sebuah virus atau tidak. Umumnya, perangkat lunak ini berjalan di latar
belakang (background) dan melakukan pemindaian terhadap semua berkas yang
diakses (dibuka, dimodifikasi, atau ketika disimpan). Sebagian besar antivirus
bekerja dengan beberapa metode seperti di bawah ini:
- Pendeteksian dengan menggunakan basis data virus signature (virus signature database): Cara kerja antivirus ini merupakan pendekatan yang banyak digunakan oleh antivirus tradisional, yang mencari tanda-tanda dari keberadaan dari virus dengan menggunakan sebagian kecil dari kode virus yang telah dianalisis oleh vendor antivirus, dan telah dikatalogisasi sesuai dengan jenisnya, ukurannya, daya hancurnya dan beberapa kategori lainnya. Cara ini terbilang cepat dan dapat diandalkan untuk mendeteksi virus-virus yang telah dianalisis oleh vendor antivirus, tapi tidak dapat mendeteksi virus yang baru hingga basis data virus signature yang baru diinstalasikan ke dalam sistem. Basis data virus signature ini dapat diperoleh dari vendor antivirus dan umumnya dapat diperoleh secara gratis melalui download atau melalui berlangganan (subscription).
- Pendeteksian dengan melihat cara bagaimana virus bekerja: Cara kerja antivirus seperti ini merupakan pendekatan yang baru yang dipinjam dari teknologi yang diterapkan dalam Intrusion Detection System (IDS). Cara ini sering disebut juga sebagai Behavior-blocking detection. Cara ini menggunakan policy (kebijakan) yang harus diterapkan untuk mendeteksi keberadaan sebuah virus. Jika ada kelakuan perangkat lunak yang “tidak wajar” menurut policy yang diterapkan, seperti halnya perangkat lunak yang mencoba untuk mengakses address book untuk mengirimkan e-mail secara massal terhadap daftar e-mail yang berada di dalam address book tersebut (cara ini sering digunakan oleh virus untuk menularkan virus melalui e-mail), maka antivirus akan menghentikan proses yang dilakukan oleh perangkat lunak tersebut. Antivirus juga dapat mengisolasi kode-kode yang dicurigai sebagai virus hingga administrator menentukan apa yang akan dilakukan selanjutnya. Keuntungan dari cara ini adalah antivirus dapat mendeteksi adanya virus-virus baru yang belum dikenali oleh basis data virus signature. Kekurangannya, jelas karena antivirus memantau cara kerja perangkat lunak secara keseluruhan (bukan memantau berkas), maka seringnya antivirus membuat alarm palsu atau “False Alarm” (jika konfigurasi antivirus terlalu “keras”), atau bahkan mengizinkan virus untuk berkembangbiak di dalam sistem (jika konfigurasi antivirus terlalu “lunak”), terjadi false positive. Beberapa produsen menyebut teknik ini sebagai heuristic scanning.
Antivirus yang menggunakan behavior-blocking
detection ini masih sedikit jumlahnya, tapi di masa yang akan datang,
kemungkinan besar semua antivirus akan menggunakan cara ini. Beberapa antivirus
juga menggunakan dua metode di atas secara sekaligus
BAB III
ANALISIS PENANGANAN VIRUS
A. JENIS – JENIS VIRUS
Untuk lebih mempertajam pengetahuan tentang virus, berikut adalah jenis-jenis virus yang berkembang di dunia cyber.
1. Virus Makro
Jenis Virus ini pasti sudah sangat sering kita dengar. Virus ini ditulis dengan bahasa pemrograman dari suatu aplikasi bukan dengan bahasa pemrograman dari suatu Operating System. Virus ini dapat berjalan apabila aplikasi pembentuknya dapat berjalan dengan baik, maksudnya jika pada komputer mac dapat menjalankan aplikasi word maka virus ini bekerja pada komputer bersistem operasi Mac.
contoh virus:
· variant W97M, misal W97M.Panther panjang 1234 bytes, akanmenginfeksi NORMAL.DOT dan menginfeksi dokumen apabila dibuka.
· WM.Twno.A;TW panjang 41984 bytes, akan menginfeksi Dokumen Ms.Word yang menggunakan bahasa makro, biasanya berekstensi *.DOT dan *.DOC
2. Virus Boot Sector
Virus
Boot sector ini sudah umum sekali menyebar.Virus ini dalam menggandakan dirinya
akan memindahkan atau menggantikan boot sector asli dengan program booting
virus. Sehingga saat terjadi booting maka virus akan di load ke memori dan selanjutnya virus akan mempunyai kemampuan
mengendalikan hardware standar (ex:monitor, printer dsb) dan dari memori ini pula virus akan menyebar keseluruh
drive yang ada dan terhubung kekomputer (ex: floopy, drive lain selain drive
c).
contoh virus :
- varian virus wyx , ex: wyx.C(B) menginfeksi boot record dan floopy ; panjang :520 bytes; karakteristik : memory resident dan terenkripsi.
- varian V-sign ; menginfeksi : Master boot record ; panjang 520 bytes; karakteristik: menetap di memori (memory resident),terenkripsi, dan polymorphic)
- Stoned.june 4th/ bloody! ; menginfeksi : Master boot record dan floopy; panjang 520 bytes; karakteristik: menetap di memori (memory resident), terenkripsi dan menampilkan pesan"Bloody!june 4th 1989" setelah komputer melakukan booting sebanyak 128 kali
3. Stealth Virus
Virus
ini akan menguasai tabel tabel interupt pada DOS yang sering kita kenal dengan
"Interrupt interceptor". Virus ini berkemampuan untuk mengendalikan
instruksi instruksi level DOS dan
biasanya mereka tersembunyi sesuai namanya baik secara penuh ataupun
ukurannya.
contoh virus:
- Yankee.XPEH.4928, menginfeksi file *.COM dan *.EXE ; panjang 4298 bytes; karakteristik: menetap di memori, ukuran tersembunyi, memiliki pemicu.
- WXYC (termasuk kategori boot record), menginfeksi floopy dan masterboot record; panjang 520 bytes; menetap di memori; ukuran dan virus tersembunyi.
- Vmem(s): menginfeksi file file *.EXE, *.SYS, dan *.COM ; panjang fie 3275 bytes; karakteristik:menetap di memori, ukuran tersembunyi, dienkripsi.
4. Polymorphic Virus
Virus
ini Dirancang buat mengecoh program
antivirus, artinya virus ini selalu berusaha
agar tidak dikenali oleh antivirus dengan cara selalu merubah rubah strukturnya
setiap kali selesai menginfeksi file/program lain.
contoh virus:
- Necropolis A/B, menginfeksi file *.EXE dan *.COM; panjang file 1963 bytes; karakteristik: menetap di memori, ukuran dan virus tesembunyi, terenkripsi dan dapat berubah ubah struktur
- Nightfall, menginfeksi file *.EXE; panjang file 4554 bytes; karakteristik : menetap di memori, ukuran dan virus tesembunyi, memiliki pemicu, terenkripsi dan dapat berubah-ubah struktur
5. Virus File/Program
Virus
ini menginfeksi file file yang dapat dieksekusi langsung dari sistem operasi, baik
itu file application (*.EXE), maupun *.COM biasanya juga hasil infeksi dari virus ini dapat diketahui dengan
berubahnya ukuran file yang diserangnya.
6. Multi Partition Virus
Virus
ini merupakan gabungan dariVirus Boot sector dan Virus file: artinya pekerjaan
yang dilakukan berakibat dua, yaitu dia dapat menginfeksi file-file *.EXE dan
juga menginfeksi Boot Sector.
B. CARA PENYEBARAN VIRUS
Virus layaknya virus biologi harus memiliki media
untuk dapat menyebar,virus computer dapat menyebar ke berbagai komputer/mesin
lainnya juga melalui berbagai cara, diantaranya:
1. Disket, media storage R/W
Media penyimpanan eksternal dapat menjadi sasaran
empuk bagi virus untuk dijadikan media. Baik sebagai tempat menetap ataupun
sebagai media penyebarannya. Media yang bisa melakukan operasi R/W (read dan
Write) sangat memungkinkan untuk ditumpangi virus dan dijadikan sebagai media
penyebaran.
2. Jaringan ( LAN, WAN,dsb)
Hubungan antara beberapa computer secara langsung
sangat memungkinkan suatu virus ikut berpindah saat terjadi
pertukaran/pengeksekusian file/program yang mengandung virus.
3.WWW (internet)
Sangat mungkin suatu situs sengaja di tanamkan
suatu ‘virus’ yang akan menginfeksi komputer-komputer yang mengaksesnya.
4.Software yang Freeware, Shareware atau
bahkan Bajakan
Banyak sekali
virus yang sengaja di tanamkan dalam suatu program yang di sebarluaskan baik
secara gratis, atau trial version yang tentunya sudah tertanam virus
didalamnya.
5.Attachment pada Email, transferring file
Hampir semua
jenis penyebaran virus akhir-akhir ini menggunakan email attachment dikarenakan
semua pemakai jasa internet pastilah menggunakan email untuk berkomunikasi,
file-file ini sengaja dibuat mencolok/menarik perhatian, bahkan seringkali
memiliki ekstensi ganda pada penamaan filenya.
C. PENANGGULANGAN VIRUS
Untuk mengetahui apakah komputer terserang virus, berikut adalah beberapa ciri-ciri komputer yang terserang virus:
- Komputer berjalan lebih lambat dari biasanya.
- Menu Run, Search disembunyikan oleh virus.
- CTRL+ALT+DEL tidak bisa digunakan.
- Regedit dan MSCONFIG di disabled
- Folder asli pada komputer disembunyikan dan diganti dengan file virus.
- Menu Tools -> Folder Options di Windows Explorer hilang.
- Komputer sering berhenti atau tidak merespon.
- Komputer tiba-tiba restart atau crash dan ini terjadi beberapa menit sekali.
- Aplikasi komputer tidak berjalan dengan semestinya dan sering error.
- Muncul File dengan Icon Folder tetapi mempunyai file type .exe
- Hardisk atau disk drive tidak bisa diakses.
- Aktivitas print tidak bekerja dengan semestinya.
- Sering terjadi pesan error yang aneh dan tidak biasanya.
- Sering terlihat menu atau dialog box yang rusak.
- Terdapat Duplikasi nama folder di dalam folder tersebut.
- Komputer selalu mengeluarkan pesan dari mana virus ini berasal.
1. Langkah-Langkah untuk Pencegahan
Untuk pencegahan dapat dilakukan beberapa
langkah-langkah berikut :
- Gunakan Antivirus dengan update terbaru, tidak perduli apapun merknya asalkan selalu di update, dan nyalakan Auto protect.
- Selalu melakukan scan semua media penyimpanan eksternal yang akan di gunakan, mungkin hal ini agak merepotkan tetapi jika Autoprotect anti virus bekerja maka prosedur ini dapat dilewatkan.
Gambar 5. Program antivirus mendeteksi program yang terjangkit virus
- Flashdisk merupakan salah satu media yang paling banyak digunakan dalam penyebaran virus. Pada waktu kita memasukkan flashdisk ke USB komputer kita, maka secara default windows akan langsung membuka task baru dengan fungsi Auto play. Banyak sekali virus yang menggunakan fungsi Auto Play ini untuk menyebarkan diri mereka dan kemudian menginfeksi komputer kita. Untuk meminimalisir virus masuk ke dalam komputer kita dapat men-nonaktifkan fungsi Auto Play tersebut.
Caranya adalah
sebagai berikut (untuk Win XP):
-
Klik Start –> run “gpedit.msc”
Gambar 6. Memanggil program group policy
-
Pilih Computer Configuration –> Administrative
Template
-
Lalu Pilih System, cari file Turn Off Auto Play dan
klik double
Gambar 7. Memilih konfigurasi system
dari group policy
-
Lalu centang pilihan enabled dan Turn Off Auto Play
pilih All Drive
Gambar 8. Mematikan autoplay untuk semua drive
-
Lalu
klik OK, Tutup dan restart
- Cara lain untuk meminimalisir virus masuk ke dalam komputer adalah dengan cara mengaktifkan user Guest dan selalu login dengan user guest tersebut. Karena dengan user Guest maka secara tidak langsung kita akan mematikan fungsi registry, karena Virus akan selalu manginfeksi file registry ini dan merubah value di dalamnya
- Jika komputer terhubung langsung ke Internet cobalah untuk mengkombinasikan Antivirus dengan Firewall, Anti spamming, dsb.
- Backup data secara teratur untuk apabila suatu saat virus betul-betul menyerang dan merusak data di komputer.
2. Langkah-Langkah Apabila telah
Terinfeksi
- Deteksi dan tentukan dimanakah kira-kira sumber virus tersebut apakah disket, jaringan, email dsb, jika komputer terhubung ke jaringan maka ada baiknya komputer diisolasi dulu (baik dengan melepas kabel atau mendisable dari control panel)
- Identifikasi dan klasifikasikan jenis virus apa yang menyerang pc,dengan cara: Gejala yang timbul, misal : pesan, file yang corrupt atau hilang dsb

Gambar 9. Identifikasi gejala virus
- Scan dengan antivirus, jika komputer terkena saat Autoprotect berjalan berarti virus definition di computer tidak memiliki data virus ini, cobalah update secara manual atau mendownload virus definitionnya untuk di-install. Jika virus tersebut memblok usaha antivirus untuk mengupdate, maka upayakan untuk menggunakan media lain (komputer) dengan antivirus update terbaru
Gambar 10.
Scanning dengan anti virus
- Bersihkan, setelah berhasil mendeteksi dan mengenali virus maka usahakan segera untuk mencari removal atau cara-cara untuk memusnahkannya di situs-situs yang memberikan informasi perkembangan virus. Hal ini jika antivirus update-an terbaru tidak berhasil memusnahkan secara bersih.
- Langkah terburuk, jika semua hal diatas tidak berhasil adalah memformat ulang komputer.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Virus komputer dapat merusak data pada komputer dan mengganggu User dalam menggunakan komputer. Ada berbagai macam virus yang berkembang di Internet pada dewasa ini. Virus-virus tersebut dapat menginfeksi komputer pada umumnya melalui media penyimpanan, dan jaringan internet. Untuk dapat menangkal serangan virus pada komputer hendaknya gunakan antivirus yang selalu di-update virus definition file-nya. Apabila komputer terserang virus usahakan mencari removal virus tersebut, guna membersihkan secara tuntas virus yang menyerang tersebut. Jika langkah untuk menghilangkan virus sudah gagal, maka langkah terakhir adalah menyiapkan komputer untuk di format ulang.
B. Saran
Gunakanlah
anti virus pada komputer serta selalu melakukan update versi terbarunya, untuk
mencegah adanya virus-virus baru sehingga komputer tidak mudah terinfeksi.









